Mahasiswa UNMUL Belajar Jadi Entrepreneur Melalui Mulawarman Businnes School

Mulawarman Business School atau yang disingkat MBS merupakan program kerja dari UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (Perkasa), Universitas Mulawarman (UNMUL) melalui program pelatihan yang membentuk dan membina wirausaha khusus mahasiswa UNMUL agar menjadi entrepreneur sejati serta dapat membangun perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim) yang berbasis Tropical Studies.


Bekerjasama dengan Dosen Kewirausahaan yang mengajar di fakultas fakultas, Sabtu, (15/09) MBS Tahun 2023 resmi diluncurkan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. H. Moh. Bahzar, M.Si di Ruang Teatre Lantai 3 Gedung Prof Masjaya UNMUL. Sebanyak 60 orang yang berasal dari 12 Fakultas terpilih sebagai peserta setelah melalui berbagai seleksi.

Kepala UPT. Perkasa UNMUL, Rusliansyah, S.E., M.Si menegaskan, MBS merupakan kegiatan yang bertujuan sebagai sebuah solusi untuk mengurangi jumlah pengangguran.

“Mahasiswa setelah lulus nanti tidak hanya menjadi Job Seeker atau pencari kerja melainkan menjadi Job Creater atau pencipta lapangan kerja. Dengan berwirausaha kita tidak hanya membuka pintu rejeki kita sendiri melainkan membuka rejeki orang lain dengan membuka lapangan pekerjaan,” sebutnya. Program ini tambahnya, sesuai rencana yang sudah disusun akan berlangsung selama 1 bulan yang memberikan bimbingan dan pendampingan pengembangan bisnis untuk peserta selama menjadi mahasiswa.

Sementara itu, pada kuliah perdana sekaligus peluncuran MBS lanjutnya, hadir narasumber inspiratif dalam segi bisnis dan banyak dikenal warga Kota Samarinda yakni pemilik Usaha Kayu Gaharu, sekaligus Dosen Kewirausahaan Fakultas FKIP, Drs. H. Jailani, M.Si.. “Peserta MBS diharapkan menjadi agen – agen kewirausahaan dari Kampus UNMUL dan menghapus stigma bahwa Perguruan Tinggi hanya menciptakan pengangguran,” tegasnya.


Sebelum meluncurkan MBS, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyatakan menjadi seorang wirausahawan merupakan pilihan yang tepat. Ia juga mengapresiasi UPT Perkasa karena sudah menunjukan kinerja yang baik diantaranya kerjasama dengan beberapa pihak, diakuinya pula jumlah mahasiswa yang berwirausaha merupakan salah satu indikator pemeringkatan dari Kemendikbud.

“Pembentukan UPT Perkasa sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mempersiapkan langkah tindak lanjut setelah kelulusannya nanti, yakni apakah menjadi pencari kerja atau pencipta lapangan kerja melalui wirausaha,” jelasnya.

Meski begitu, harapnya ke depan adalah agar para calon wirausahawan muda ini bisa imbang menjalani perannya sebagai mahasiswa maupun sebagai wirausahawan. Prioritas utama pintanya harus ditentukan artinya seimbang antara aktivitas akademik dan kegiatan lainnya. “Bisnis penting namun menuntut studi juga penting,” tutupnya. (hms/Rzl)

Comments